Monday, 13 April 2015

Cara Membuat Rumusan Masalah Penelitian Kuantitatif

Sebelum mengetahui cara membuat rumusan masalah penelitian, alangkah baiknya mengetahui pengertian masalah dan rumusan masalah. Ada perbedaan antara masalah dengan rumusan masalah. Masalah adalah kesenjangan antara harapan dengan kenyataan, teori dengan praktik, rencana dan pelaksanaan. Rumusan masalah adalah pertanyaan yang dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Namun keduanya memiliki hubungan. Masalah merupakan dasar dilakukannya sebuah penelitian, sedangkan pertanyaan yang menjadi rumusan masalah bersumber dari masalah.

Bentuk-bentuk rumusan masalah dikembangkan berdasarkan penelitian menurut tingkat ekplanasinya. Ada tiga macam bentuk rumusan masalah, yaitu deskriptif, komparatif, dan asosiatif.

Rumusan Masalah Deskriptif

Adalah suatu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaab variabel mandiri yang terdiri dari satu variabel atau lebih. Bila variabelnya lebih dari satu, maka variabel tersebut bersifat mandiri. Peneliti tidak membandingkan, atau menghubungkan.
contoh: 
Bagaimanakah sikap masyarakat terhadap vonis hukuman mati untuk pelaku korupsi?
Seberapa tinggi minat baca dan lama belajar rata-rata per hari murid-murid di BSD?

Rumusan Masalah Komparatif

Adalah suatu rumusan masalah yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda.
contoh satu variabel dua sampel:
Adakah perbedaan motivasi belajar antara murid dari sekolah negeri dan swasta? 
contoh satu variabel untuk dua kelompok pada tiga sampel:
Adakah perbedaan kompetensi profesional guru dan kepala sekolah antara SD, SMP, dan SMA
contoh dua variabel untuk tiga sampel
Adakah perbedaan, motivasi belajar dan hasil belajar antara murid yang berasal dari keluarga PNS, Pegawa Swasta, dan Wiraswasta

Rumusan Masalah Asosiatif

Adalah rumusan suatu masalah yang sifatnya menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Ada tiga bentuk hubungan yaitu simetris, kausal, dan interaksi. Hubungan simetris artinya suatu hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya bersamaan. Hubungan kausal adalah hubungan sebab akibat antara dua variabel atau lebih. Hubungan interaksi adalah hubungan yang saling mempengaruhi.
contoh hubungan simetris:
Adakah hubungan antara warna rambut dengan kemampuan memimpin sekolah?
contoh hubungan kausal:
Adakah pengaruh tata ruang kelas terhadap efisiensi pembelajaran di SMA?
contoh hubungan interaktif:
Hubungan antara motivasi belajar dan prestasi belajar anak SD di Kecamatan Pagedangan.

Itulah tiga bentuk rumusan masalah dalam penelitian. Anda dapat memilih salah satu bentuk rumusan masalah sesuai dengan masalah yang dijadikan dasar penelitian. Selamat membuat penelitian.

Sumber:
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian  Pendidkan Pendekatan Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. halaman 55 - 59.